MALAIKAT BERSANDAL KECIL

MALAIKAT BERSANDAL KECIL

Aku tidak tahu bagaimana dia berjalan, memutar tawa ditengah kejaran waktu.
Tersenyum memamerkan deretan gigi-giginya yang kuning langsat.
Sesekali tertawa riang dengan berlari setengah badan aspal dan menggembungkan pipimu.
Kau mengaca pada diri sendiri dan menertawakannya dengan sangat enteng.
Ah…cobalah kau sesekali menatap dedaunan kering yang menggugur atau alunan angin yang merayumu.
Menggombalimu seraya menamparmu dalam keributan gemeretak wajah yang seakan menerkammu.

Aku tidak tahu bagaimana kau dan dia berkejaran, memecah karang dan menghantamnya menjadi kepingan debu-debu yang usang.
Menggigil ditengah sayap pamflet jalan atau menahan kantuk diemperan warung makan
Ah..kau tahu anakmu menangis, memintamu pindah dan membawanya pergi segera.
Tapi kau tahu, kau tidak akan pernah bisa membuat rumah.
Dia sudah membuatmu tapi apa daya dia hanya kaki kecil yang lincah tapi rapuh.
Serapuh hatimu, serapuh jiwamu atau serapuh hujan yang menampar kulitmu.

Aku tidak tahu bagaimana kau tersenyum lepas tanpa beban seakan dunia menggendongmu.
Memberimu acar yang lezat atau menumpahkan lautan susu coklat keluberan mulutmu.
Kau itu sungguh membuatku iri, seakan kau ini kertas yang belum ditulisi apapun.
Masih putih bersih tak ternoda dengan sedikitpun titik-titik pena coklat yang menghiasi dindingnya.
Ah..kau itu malaikat, tak perlu sayap atau tongkat ajaib tapi hanya perlu dia.
Dia yang selalu menemanimu setiap waktu, menggairahkanmu untuk melepas jejak keringat yang mucrat dalam legam kulitmu.

Aku tidak tahu dan bahkan tak ingin tahu kemana tujuanmu.
Menyilangkan dua kaki dan menembus rel dalam genggamanmu yang erat, menembus setiap gerbong dan lokomotif yang tersisa.
Menari-nari dalam putaran desing-desing mur yang bergesekan dengan badan rel.
Ah…tapi bagimu itu biasa.
Kau biasa menari dalam setiap ledekan,cemoohan,ejekan atau hujatan yang melayang padamu.
Kau biasa berlari dan menembus derapan tentara seragam coklat yang kau anggap monster dan selalu ingin tak mengharapkan kehadirannya.

Ah..aku tidak tahu bagaimana nasibmu dan dia.
Aku hanya bisa tersenyum,lemah dan tidak tertandingi sama sekali denganmu.
Aku ingin berguru tentang kehidupan denganmu bukan dengan mereka yang di TV yang menirumu karena untuk mengisi perut mereka.
Aku ingin berguru denganmu dan dengan dia.
Dia yang selalu menemani kaki kecilmu melangkah kearah mimpi,tawa dan guratan tangismu.
Dia yang merah muncrat karena derapan kakimu yang kadang menangis merah karena dikejar oleh monster berseragam coklat.
Ah..kau dan dia itu malaikat.
Ya…kau dan sandalmu adalah malaikat bersandal kecil.Gambar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s